Kab Deli Serdang – Warga Desa Sialang, Kecamatan Bangun Purba, Deli Serdang, kini diselimuti ketakutan usai terdengarnya rentetan tembakan senjata api dari area perkebunan PT Lonsum Tembakan yang diduga dilepaskan oleh oknum aparat BKO tersebut terjadi di tengah aktivitas warga, hingga memicu trauma mendalam bagi anak-anak dan lansia.
Suasana di Dusun Tiga, Desa Sialang, Kecamatan Bangun Purba, yang biasanya tenang, seketika berubah mencekam pada Kamis sore kemarin, sekitar pukul 18.30 WIB.
Warga dikejutkan dengan suara letusan senjata api sebanyak dua kali yang berasal dari arah perkebunan PT Lonsum. Menurut keterangan warga, tembakan tersebut dilepaskan oleh oknum aparat BKO yang sedang bertugas mengamankan area perkebunan.
Mirisnya, tembakan dilakukan di hadapan warga yang tengah beraktivitas. Salah seorang warga yang sedang menggembala ternak mengaku sangat terguncang dan trauma karena posisi tembakan yang dirasa sangat dekat dengan pemukiman.
Wibowo salah seorang warga dusun III yang sedang menggembala ternak mengaku sangat terguncang dan trauma karena posisi tembakan yang dirasa sangat dekat dengan pemukiman.
“mau kami jangan sesuka hatinya gitu, kami sebagai warga resah, ada orang tua dan anak-anak, apalagi istri saya sedang hamil pak, dan banyak orang yang yang sudah tua-tua disini” ujar wibowo warga dusun III.
Pihak Pemerintah Desa Sialang, melalui Kepala Dusun Tiga, membenarkan peristiwa tersebut. Oknum petugas diduga melepaskan tembakan karena mencurigai adanya aksi pencurian di area perkebunan. Namun, prosedur penggunaan senjata api ini diprotes warga karena dianggap membahayakan nyawa masyarakat sipil dan menimbulkan dampak psikologis bagi anak-anak di sekitar lokasi.
“ya saya dengar itu pak tentang itu, masalahnya katanya salah orang pencuri sawit Lonsum jadi orang itu BKO ini sampai kee wilayah desa atau perkampungan, jadi diletuskan lah tembakan itu, ya kalau didalam silahkan kalau mau eksekusi tapi jangan lah di perkampungan warga, kan mereka tau batasan-batasan wilayah nya” ujar Madani kepala dusun III
Kini warga berharap adanya evaluasi dari pihak manajemen perusahaan maupun instansi terkait, agar kejadian serupa tidak terulang dan keamanan warga di perbatasan perkebunan dapat tetap terjamin tanpa adanya intimidasi senjata api.
Hingga saat ini, warga masih menanti klarifikasi resmi dari pihak manajemen perkebunan maupun satuan keamanan terkait mengenai prosedur penembakan yang terjadi di dekat pemukiman tersebut.

