Sunday, 30 November 2025

MENU

Kisah Pilu Anak 10 Tahun di Hilikara, Nias Selatan

Kisah Pilu Anak 10 Tahun di Hilikara, Nias Selatan

Kab Nias Selatan | satellitnusantara.com Di sebuah desa kecil di Hilikara, Kecamatan Lolowau, Kabupaten Nias Selatan, tersimpan kisah memilukan tentang seorang anak berusia 10 tahun yang sangat mederita. Sejak bayi, ia sudah kehilangan kasih sayang orang tuanya yang meninggal dunia.

Tanpa ada pilihan lain, ia diasuh oleh pamannya, yang diharapkan mampu merawat dan menyayanginya seperti anak sendiri. Namun, harapan itu jauh dari apa yang diharapkan justru berakhir menjadi mimpi buruk yang panjang buat anak ini.

Anak ini tumbuh dalam lingkungan yang penuh kekerasan dan tanpa kasih sayang dan cinta kasih. Setiap harinya, ia harus melakukan pekerjaan berat di rumah pamannya. Jika ia gagal atau melakukan kesalahan kecil, amarah pamannya meledak, sering kali berujung pada kekerasan fisik. Bahkan, suatu hari ia didorong hingga terjatuh, menyebabkan kakinya terluka parah dan patah. Karena tidak mendapat perawatan medis yang layak, kakinya menjadi cacat permanen.

Tak hanya kekerasan fisik, anak ini juga mengalami penderitaan dari segi kebutuhan dasar. Ia sering dibiarkan kelaparan selama berhari-hari. Ketika akhirnya diberi makan, yang tersedia hanyalah nasi basi yang tidak layak untuk dimakan. Tubuhnya yang kecil dan kurus sering kali terlihat lemah, tetapi ia terus bertahan dengan sisa-sisa harapan yang ada di hatinya.

Kisah ini akhirnya terungkap setelah seorang warga yang peduli menyebarkan informasi ke media sosial. Dalam waktu singkat, kasus ini viral dan mengundang perhatian publik. Banyak orang tersentuh dengan cerita pilu anak ini, dan desakan kepada pihak berwenang untuk segera bertindak semakin besar.

Menyikapi hal ini, pihak kepolisian dari Polres Kabupaten Nias Selatan bergerak cepat. Mereka langsung turun ke lokasi kejadian untuk menyelidiki kebenaran kasus ini dan memastikan keselamatan sang anak. Keberanian anak ini untuk memberikan kesaksian telah membuka tabir kegelapan yang selama ini menyelimuti hidupnya.

Kini, perhatian masyarakat dan aparat penegak hukum tertuju pada anak ini. Banyak pihak berharap ia mendapatkan perlindungan yang layak, perawatan medis, dan kesempatan untuk hidup dengan lebih baik. Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga hak-hak anak dan melindungi mereka dari segala bentuk kekerasan.

*( Rilis)*

Berita Terbaru

Ribuan Muslimah Hadiri Pengajian Dambaan di Desa Tinokkah Kecamatan Sipispis
29 Nov

Ribuan Muslimah Hadiri Pengajian Dambaan di Desa Tinokkah Kecamatan Sipispis

Sipispis, Serdang Bedagai - Desa Tinokkah, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, menjadi tuan rumah pelaksanaan Majelis Ta'lim Muslimah

Dua Korban Longsor di Humbang Hasundutan Ditemukan Meninggal, Pencarian Masih Berlanjut
29 Nov

Dua Korban Longsor di Humbang Hasundutan Ditemukan Meninggal, Pencarian Masih Berlanjut

Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan - Dua korban yang sebelumnya dinyatakan hilang akibat bencana alam longsor di Lumban Sihotang, Desa Panggugunan,

PT Sucfindo Kebun Matapao Salurkan 50 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Pasar Baru
29 Nov

PT Sucfindo Kebun Matapao Salurkan 50 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Pasar Baru

Teluk Mengkudu, Sergai - PT Sucfindo Kebun Matapao menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang terdampak banjir di Dusun Pasar Lama,

Delpin Barus Buka Dapur Umum untuk Warga Terdampak Banjir di Kota Tebing Tinggi
29 Nov

Delpin Barus Buka Dapur Umum untuk Warga Terdampak Banjir di Kota Tebing Tinggi

Tebing Tinggi - Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi PDI Perjuangan, Delpin Barus, membuka dapur umum untuk membantu warga

Perkembangan Kasus Dugaan Kekerasan Secara Bersama-Sama terhadap I (Korban) di Asahan
29 Nov

Perkembangan Kasus Dugaan Kekerasan Secara Bersama-Sama terhadap I (Korban) di Asahan

Asahan - Proses hukum terhadap Jlt, tersangka kasus dugaan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama atau penganiayaan terhadap korban berinisial I,

Sat Polairud Polres Asahan Selamatkan Nelayan yang Terombang-Ambing Selama 7 Hari di Perairan Asahan
29 Nov

Sat Polairud Polres Asahan Selamatkan Nelayan yang Terombang-Ambing Selama 7 Hari di Perairan Asahan

Asahan - Humas Polres Asahan – Satuan Polairud Polres Asahan kembali menunjukkan kesiapsiagaan dan kepeduliannya terhadap keselamatan masyarakat pesisir. Pada