Teluk Mengkudu, Serdang Bedagai – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi solusi pemenuhan gizi generasi bangsa justru menyisakan pilu di SPPG Sialang Buah. Pantauan di lapangan pada Jumat (13/02/2026), menu yang disajikan jauh dari kata layak, bahkan disebut-sebut menghina akal sehat terkait standar pemenuhan gizi.
Dalam sebuah foto yang beredar dan memicu kemarahan, nampak baki stainless steel yang seharusnya berisi makanan padat nutrisi hanya dihiasi oleh:
2 butir dimsum (siomay) kecil sebagai sumber protein utama.
Segenggam kecil kentang goreng yang nampak layu.
Beberapa irisan tipis wortel mentah/rebus.
Satu buah jeruk dengan kondisi kulit yang memprihatinkan.
Satu sachet kecil saus sambal dan sedikit kuah cair.
Jauh dari Standar Gizi, Kondisi ini sangat kontras dengan narasi pemerintah yang menjanjikan asupan kalori dan protein tinggi bagi anak sekolah. Bagaimana mungkin dua butir dimsum dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan energi siswa dalam beraktivitas seharian.
“Ini bukan makan bergizi, ini sekadar camilan pengganjal lapar yang bahkan tidak mengenyangkan. Kalau menunya seperti ini, anggaran besar itu larinya ke mana?” ujar salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya dengan nada geram, saat mengambil MBG milik anaknya.
Publik kini mendesak pihak terkait, mulai dari dinas pendidikan hingga vendor penyedia makanan, untuk bertanggung jawab. Lemahnya pengawasan di SPPG Sialang Buah diduga menjadi celah bagi oknum untuk “menyunat” kualitas menu demi keuntungan pribadi.
Seharusnya, menu MBG mencakup karbohidrat yang cukup, protein hewani yang jelas (seperti ayam, telur, atau daging), serta sayuran hijau. Namun kenyataan di SPPG Sialang Buah hari ini justru menunjukkan potret menyedihkan dari program nasional yang seharusnya menjadi kebanggaan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak sekolah maupun pengelola program MBG setempat mengenai menu “minimalis” yang menghebohkan tersebut.

