ASAHAN
Jumaat, 27-02-2026.
Seorangnya pelajar berusia 14 tahun di Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, diduga menjadi korban kekerasan fisik dan pemerasan oleh empat orang tak dikenal pada Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Peristiwa tersebut kini telah dilaporkan ke pihak kepolisian dan dalam penanganan aparat.
Korban merupakan siswa kelas III di SMP Negeri 2 Meranti. Berdasarkan keterangan keluarga, korban mengalami penyekapan dan penganiayaan di sekitar area jembatan persawahan Dusun II, Desa Air Putih, Kecamatan Meranti.
Menurut penuturan korban kepada keluarga, ia dicegat oleh empat orang yang menggunakan dua unit sepeda motor. Salah satu pelaku disebut mengenakan penutup wajah. Korban kemudian dibawa ke area pemakaman muslim setempat dan diduga mengalami pemukulan serta tendangan.
Selain dugaan kekerasan fisik, korban juga diminta menghubungi tetangganya untuk meminjam uang dengan alasan memperbaiki sepeda motor. Secara bertahap, uang yang diminta dan diserahkan kepada pelaku berjumlah total Rp4.300.000. Setelah itu, korban kembali mengalami kekerasan hingga sempat tidak sadarkan diri sebelum akhirnya pulang dan menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya.
Keesokan harinya, Rabu (25/2/2026), orang tua korban melaporkan peristiwa itu ke Polres Asahan melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Laporan diterima sekitar pukul 14.30 WIB.
Usai membuat laporan, korban menjalani visum dan pemeriksaan medis di RSU Wirahusada Kisaran serta pemeriksaan lanjutan di rumah sakit umum di Jalan Sisingamangaraja, Kisaran. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dokter, ditemukan luka lebam pada bagian luar tubuh korban. Pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk memastikan tidak adanya cedera serius pada organ dalam.
Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) turut melakukan pendampingan terhadap korban. Selain itu, perwakilan dari Komisi Perlindungan Anak daerah setempat juga disebut telah melakukan wawancara terhadap korban guna mendalami kronologi kejadian.
Pihak penyidik menyatakan kasus ini sedang dalam proses penyelidikan. Polisi masih mengumpulkan keterangan dari korban, orang tua, serta saksi-saksi lain untuk mengidentifikasi para terduga pelaku. Hingga berita ini diturunkan, identitas pelaku belum diketahui dan motif kejadian masih didalami.
Kasus ini menambah daftar kekerasan terhadap anak yang menjadi perhatian serius berbagai pihak. Aparat penegak hukum diharapkan dapat segera mengungkap pelaku serta memastikan perlindungan dan pemulihan bagi korban sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pihak keluarga berharap para pelaku segera tertangkap dan diproses hukum. Mereka juga meminta agar kejadian serupa tidak terulang kembali, khususnya terhadap anak-anak yang masih berstatus pelajar.
Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait peristiwa tersebut untuk segera melapor guna membantu proses penyelidikan.


