Saturday, 3 January 2026

MENU

Tradisi Maaf-Maafan Keluarga Batak Warnai Pergantian Tahun Baru 2026 di Keluarga Op. Bertuah Manik/br.Sitanggang

Penulis: Budiman Manik

Tradisi Maaf-Maafan Keluarga Batak Warnai Pergantian Tahun Baru 2026 di Keluarga Op. Bertuah Manik/br.Sitanggang

Sabtu, 03-01-2025

Serdang Bedagai – Tradisi maaf-maafan keluarga besar masih menjadi ritual sakral yang terus dijaga oleh masyarakat Suku Batak, khususnya yang beragama Kristen dan Katolik, dalam menyambut pergantian tahun baru. Hal tersebut kembali terlihat pada malam pergantian Tahun Baru 2026 yang dilaksanakan oleh keluarga besar keturunan Op. Bertuah Manik/br. Sitanggang, bertempat di kediaman keluarga di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Rabu malam (31/12/2025).

Acara keluarga yang berlangsung khidmat ini dimulai tepat pada pukul 24.00 WIB, bertepatan dengan detik-detik pergantian tahun. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut diawali dengan doa pembukaan, dilanjutkan dengan pujian berupa lagu gerejawi, serta prosesi saling memaafkan antar anggota keluarga besar yang hadir.

Prosesi maaf-maafan menjadi inti utama acara malam tahun baru bagi keluarga Batak. Dalam adat keluarga Batak, permohonan maaf dilakukan secara berurutan dan penuh makna, dimulai dari pihak keluarga yang berasal dari turunan perempuan, kemudian dilanjutkan oleh pihak turunan lelaki, dari yang paling muda hingga yang paling tua.

Dalam kesempatan tersebut, pihak keluarga perempuan diwakili oleh Pak Togu Sitanggang/br. Manik, yang hadir bersama istri dan keempat anaknya, yakni Togu Raja Sitanggang, Windy Anjeli Sitanggang, Yosef Sitanggang, dan Nikolas Kristian Sitanggang. Dengan penuh haru, keluarga ini menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar atas segala kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja, selama tahun yang telah berlalu.

Usai pihak perempuan menyampaikan permohonan maaf, prosesi dilanjutkan ke pihak keluarga lelaki. Dimulai dari keturunan paling bungsu, yakni Pak Johanna Manik/br. Manullang, yang hadir bersama istri dan tiga dari empat anaknya, yaitu Igna Manik, Mario Manik, dan Tasya Manik. Sementara satu anak lainnya, Johanna Manik, diketahui tidak dapat hadir karena sedang menempuh pendidikan di Malaysia.

Selanjutnya, prosesi maaf-maafan ditutup oleh keturunan lelaki tertua, yaitu Pak Bertuah Manik/br. Sitanggang, selaku tuan rumah acara. Bersama istri dan ketiga anaknya, Bertuah Manik, Agnes Maria Manik, dan Cinta Maria Manik, ia menyampaikan pesan penuh makna tentang pentingnya menjaga persaudaraan, saling menghormati, serta mempererat ikatan keluarga di tengah berbagai tantangan kehidupan.

Dalam sambutannya, Pak Bertuah Manik menegaskan bahwa tradisi ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata dari nilai-nilai kekeluargaan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Batak. “Maaf-maafan di malam tahun baru adalah cara kami membersihkan hati, memperbaiki hubungan, dan memulai tahun yang baru dengan kasih,” ujarnya.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang kembali dipimpin oleh Pak Bertuah Manik. Doa tersebut dipanjatkan sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun 2025, sekaligus permohonan berkat, kesehatan, dan kedamaian bagi seluruh keluarga di tahun 2026.

Meski berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, tidak seluruh anggota keluarga dapat hadir. Edward Manik diketahui berhalangan karena masih dalam masa pemulihan dari sakit, sementara Johanna Manik absen karena kesibukan akademik di luar negeri. Kendati demikian, ketidakhadiran tersebut tetap disebutkan dalam doa dan menjadi perhatian seluruh keluarga.

Selama acara berlangsung, berbagai hidangan khas keluarga tersaji dan dinikmati bersama. Suasana haru, tangis, dan tawa bercampur menjadi satu, mencerminkan kuatnya ikatan emosional antar anggota keluarga besar. Acara ini berlangsung selama kurang lebih tiga jam, hingga dini hari, dengan nuansa kekeluargaan yang kental dan penuh makna.

Tradisi menyambut tahun baru dengan doa dan maaf-maafan ini menunjukkan bahwa di tengah arus modernisasi, nilai-nilai adat dan budaya Batak masih tetap terpelihara dengan baik. Bagi keluarga besar Op. Bertuah Manik/br. Sitanggang, malam pergantian tahun bukan sekadar perayaan, melainkan momentum refleksi, rekonsiliasi, dan pembaruan hidup dalam bingkai iman dan budaya.

Dengan semangat kebersamaan dan kasih, keluarga besar ini pun menyambut Tahun Baru 2026 dengan harapan baru, hati yang bersih, serta tekad untuk terus menjaga persaudaraan sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.

Berita Terbaru

KAPOLRES ASAHAN PIMPIN KORPS RAPORT KENAIKAN PANGKAT DAN PELEPASAN PURNA BHAKTI PERSONEL POLRES ASAHAN
03 Jan

KAPOLRES ASAHAN PIMPIN KORPS RAPORT KENAIKAN PANGKAT DAN PELEPASAN PURNA BHAKTI PERSONEL POLRES ASAHAN

Serdang Bedagai - Humas Polres Asahan – Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani, S.H., S.i.k., M.h. memimpin langsung pelaksanaan Upacara Korps

Tradisi Maaf-Maafan Keluarga Batak Warnai Pergantian Tahun Baru 2026 di Keluarga Op. Bertuah Manik/br.Sitanggang
03 Jan

Tradisi Maaf-Maafan Keluarga Batak Warnai Pergantian Tahun Baru 2026 di Keluarga Op. Bertuah Manik/br.Sitanggang

Sabtu, 03-01-2025 Serdang Bedagai - Tradisi maaf-maafan keluarga besar masih menjadi ritual sakral yang terus dijaga oleh masyarakat Suku Batak,

Fantastis, Press Release Keberhasilan Polres Asahan DI Rangkum Diakhir Tahun
01 Jan

Fantastis, Press Release Keberhasilan Polres Asahan DI Rangkum Diakhir Tahun

Kab Asahan - Kepolisian Resor (Polres) Asahan, Polda Sumatera Utara, mencatat capaian signifikan dalam penegakan hukum sepanjang periode Januari hingga

Pasien BPJS Ucapkan Terima Kasih atas Pelayanan RSU Sultan Sulaiman Selama Masa Perawatan
30 Des

Pasien BPJS Ucapkan Terima Kasih atas Pelayanan RSU Sultan Sulaiman Selama Masa Perawatan

Serdang Bedagai - Seorang pasien peserta BPJS Kesehatan Penerima Iuran Bantuan (PIB) Pemerintah Daerah, F Edward Manik, menyampaikan ucapan terima

Natal Sekami Stasi St. Petrus Sialang Buah Berlangsung Khidmat dan Meriah, Anak-Anak Jadi Pelayan Liturgi
27 Des

Natal Sekami Stasi St. Petrus Sialang Buah Berlangsung Khidmat dan Meriah, Anak-Anak Jadi Pelayan Liturgi

Sialang Buah, Serdang Bedagai - Perayaan Natal Sekami (Serikat Kepausan Anak Misioner Indonesia) Stasi St. Petrus Sialang Buah, Kecamatan Teluk

Polres Asahan Ungkap Kasus Perjudian Togel di Kabupaten Asahan
24 Des

Polres Asahan Ungkap Kasus Perjudian Togel di Kabupaten Asahan

Kab. Asahan - Humas Polres Asahan – Polres Asahan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas penyakit masyarakat dengan mengungkap kasus tindak