Friday, 27 February 2026

MENU

Tradisi Maaf-Maafan Keluarga Batak Warnai Pergantian Tahun Baru 2026 di Keluarga Op. Bertuah Manik/br.Sitanggang

Penulis: Budiman Manik

Tradisi Maaf-Maafan Keluarga Batak Warnai Pergantian Tahun Baru 2026 di Keluarga Op. Bertuah Manik/br.Sitanggang

Sabtu, 03-01-2025

Serdang Bedagai – Tradisi maaf-maafan keluarga besar masih menjadi ritual sakral yang terus dijaga oleh masyarakat Suku Batak, khususnya yang beragama Kristen dan Katolik, dalam menyambut pergantian tahun baru. Hal tersebut kembali terlihat pada malam pergantian Tahun Baru 2026 yang dilaksanakan oleh keluarga besar keturunan Op. Bertuah Manik/br. Sitanggang, bertempat di kediaman keluarga di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Rabu malam (31/12/2025).

Acara keluarga yang berlangsung khidmat ini dimulai tepat pada pukul 24.00 WIB, bertepatan dengan detik-detik pergantian tahun. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut diawali dengan doa pembukaan, dilanjutkan dengan pujian berupa lagu gerejawi, serta prosesi saling memaafkan antar anggota keluarga besar yang hadir.

Prosesi maaf-maafan menjadi inti utama acara malam tahun baru bagi keluarga Batak. Dalam adat keluarga Batak, permohonan maaf dilakukan secara berurutan dan penuh makna, dimulai dari pihak keluarga yang berasal dari turunan perempuan, kemudian dilanjutkan oleh pihak turunan lelaki, dari yang paling muda hingga yang paling tua.

Dalam kesempatan tersebut, pihak keluarga perempuan diwakili oleh Pak Togu Sitanggang/br. Manik, yang hadir bersama istri dan keempat anaknya, yakni Togu Raja Sitanggang, Windy Anjeli Sitanggang, Yosef Sitanggang, dan Nikolas Kristian Sitanggang. Dengan penuh haru, keluarga ini menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar atas segala kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja, selama tahun yang telah berlalu.

Usai pihak perempuan menyampaikan permohonan maaf, prosesi dilanjutkan ke pihak keluarga lelaki. Dimulai dari keturunan paling bungsu, yakni Pak Johanna Manik/br. Manullang, yang hadir bersama istri dan tiga dari empat anaknya, yaitu Igna Manik, Mario Manik, dan Tasya Manik. Sementara satu anak lainnya, Johanna Manik, diketahui tidak dapat hadir karena sedang menempuh pendidikan di Malaysia.

Selanjutnya, prosesi maaf-maafan ditutup oleh keturunan lelaki tertua, yaitu Pak Bertuah Manik/br. Sitanggang, selaku tuan rumah acara. Bersama istri dan ketiga anaknya, Bertuah Manik, Agnes Maria Manik, dan Cinta Maria Manik, ia menyampaikan pesan penuh makna tentang pentingnya menjaga persaudaraan, saling menghormati, serta mempererat ikatan keluarga di tengah berbagai tantangan kehidupan.

Dalam sambutannya, Pak Bertuah Manik menegaskan bahwa tradisi ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata dari nilai-nilai kekeluargaan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Batak. “Maaf-maafan di malam tahun baru adalah cara kami membersihkan hati, memperbaiki hubungan, dan memulai tahun yang baru dengan kasih,” ujarnya.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang kembali dipimpin oleh Pak Bertuah Manik. Doa tersebut dipanjatkan sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun 2025, sekaligus permohonan berkat, kesehatan, dan kedamaian bagi seluruh keluarga di tahun 2026.

Meski berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, tidak seluruh anggota keluarga dapat hadir. Edward Manik diketahui berhalangan karena masih dalam masa pemulihan dari sakit, sementara Johanna Manik absen karena kesibukan akademik di luar negeri. Kendati demikian, ketidakhadiran tersebut tetap disebutkan dalam doa dan menjadi perhatian seluruh keluarga.

Selama acara berlangsung, berbagai hidangan khas keluarga tersaji dan dinikmati bersama. Suasana haru, tangis, dan tawa bercampur menjadi satu, mencerminkan kuatnya ikatan emosional antar anggota keluarga besar. Acara ini berlangsung selama kurang lebih tiga jam, hingga dini hari, dengan nuansa kekeluargaan yang kental dan penuh makna.

Tradisi menyambut tahun baru dengan doa dan maaf-maafan ini menunjukkan bahwa di tengah arus modernisasi, nilai-nilai adat dan budaya Batak masih tetap terpelihara dengan baik. Bagi keluarga besar Op. Bertuah Manik/br. Sitanggang, malam pergantian tahun bukan sekadar perayaan, melainkan momentum refleksi, rekonsiliasi, dan pembaruan hidup dalam bingkai iman dan budaya.

Dengan semangat kebersamaan dan kasih, keluarga besar ini pun menyambut Tahun Baru 2026 dengan harapan baru, hati yang bersih, serta tekad untuk terus menjaga persaudaraan sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.

Berita Terbaru

Stasiun Teluk Mengkudu Layani Naik Turun Penumpang, Ini Daftar Kereta dan Cara Akses Jadwalnya.
25 Feb

Stasiun Teluk Mengkudu Layani Naik Turun Penumpang, Ini Daftar Kereta dan Cara Akses Jadwalnya.

Teluk Mengkudu, Sergai - Masyarakat Kecamatan Teluk Mengkudu dan sekitarnya kini semakin mudah mengakses layanan transportasi kereta api. PT Kereta

Pohon Lapuk Tumbang Tutupi Jalan Lintas Sumatera di Teluk Mengkudu, Arus Lalu Lintas Sempat Melambat
23 Feb

Pohon Lapuk Tumbang Tutupi Jalan Lintas Sumatera di Teluk Mengkudu, Arus Lalu Lintas Sempat Melambat

Teluk Mengkudu, Sergai - Sebuah pohon yang diduga sudah lapuk tumbang dan menutupi badan Jalan Negara Lintas Sumatera, tepatnya di

Gagal Kabur Lewat Atap, Pengedar Sabu 1,18 Gram Ditangkap di Kisaran Timur 
22 Feb

Gagal Kabur Lewat Atap, Pengedar Sabu 1,18 Gram Ditangkap di Kisaran Timur 

Asahan - Sat Res Narkoba Polres Asahan menangkap seorang pria berinisial D.P.P. (29) yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu

Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Gagalkan Peredaran 21 Kilogram Sabu
22 Feb

Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Gagalkan Peredaran 21 Kilogram Sabu

Kab Deli Serdang - Satres Narkoba Polresta Deli Serdang menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat bruto 21.142 gram di Jalan

Maling Motor Semakin Marak, Usai Masuk ke Kos-kosan di Lubuk Pakam: Masyarakat Menjadi Resah
20 Feb

Maling Motor Semakin Marak, Usai Masuk ke Kos-kosan di Lubuk Pakam: Masyarakat Menjadi Resah

Kab Deli Serdang - Aksi Pencurian sepeda motor kembali terjadi di Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang. Peristiwa tersebut terekam

Ketua A-PPI Sergai Donor Darah ke-32 di RSUD Sultan Sulaiman, Bukti Komitmen Kesehatan dan Solidaritas Kemanusiaan
18 Feb

Ketua A-PPI Sergai Donor Darah ke-32 di RSUD Sultan Sulaiman, Bukti Komitmen Kesehatan dan Solidaritas Kemanusiaan

Serdang Bedagai - Ketua Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (A-PPI) Kabupaten Serdang Bedagai, Budiman Manik, kembali menunjukkan kepedulian sosial dengan melakukan